Air dari jaringan PDAM umumnya sudah melalui proses pengolahan sebelum dialirkan ke pelanggan. Namun, di rumah, pertanyaan lain sering muncul: apakah air PDAM masih membutuhkan filter air?
Pertanyaan semacam ini semakin sering muncul dalam pencarian internet, terutama ketika air yang keluar dari keran terlihat sedikit keruh, meninggalkan endapan, berbau berbeda, atau terasa kurang nyaman digunakan.
Di sisi lain, ada anggapan bahwa air PDAM yang sudah diolah berarti tidak membutuhkan penyaringan tambahan. Anggapan tersebut tidak selalu tepat, tetapi juga tidak berarti setiap rumah wajib memasang filter.
Kebutuhan filter sangat bergantung pada kondisi air yang sampai ke rumah, kondisi instalasi, tujuan penggunaan, serta jenis masalah yang ingin diatasi.
Mengapa Air PDAM Masih Bisa Membutuhkan Filter?
Air PDAM telah melalui proses pengolahan di fasilitas penyedia air. Namun, perjalanan air belum berhenti setelah keluar dari instalasi pengolahan.
Air masih harus melewati jaringan distribusi hingga akhirnya masuk ke pipa rumah, toren, atau keran.
Dalam kondisi tertentu, kualitas air yang diterima pelanggan dapat dipengaruhi oleh kondisi jaringan distribusi dan instalasi di rumah.
Misalnya, endapan atau partikel dapat muncul akibat kondisi perpipaan. Tangki penyimpanan yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi sumber kotoran yang kemudian ikut terbawa ke saluran air.
Karena itu, memasang filter pada titik tertentu dapat menjadi salah satu langkah tambahan untuk membantu memperbaiki karakteristik fisik air.
Air PDAM Jernih Belum Tentu Semua Masalah Selesai
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menganggap air yang terlihat jernih pasti sudah ideal untuk semua kebutuhan.
Padahal, kejernihan hanya menunjukkan kondisi yang dapat dilihat secara langsung.
Air dapat terlihat jernih tetapi tetap memiliki karakteristik tertentu yang tidak dapat diketahui hanya dengan melihatnya. Begitu pula sebaliknya, air yang terlihat keruh belum tentu memiliki jenis masalah yang sama dengan air yang berbau atau meninggalkan noda.
Inilah alasan pemilihan filter sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan tren di media sosial atau rekomendasi produk yang sedang ramai.
Masalah air perlu dikenali terlebih dahulu sebelum menentukan teknologi penyaringannya.
Kapan Rumah dengan Air PDAM Sebaiknya Menggunakan Filter?
Tidak semua rumah membutuhkan sistem filtrasi yang kompleks. Namun, filter tambahan dapat dipertimbangkan ketika terdapat masalah yang konsisten pada air yang masuk ke rumah.
Beberapa kondisi yang sering menjadi alasan antara lain:
1. Air Sering Mengandung Partikel atau Endapan
Jika air terlihat membawa pasir halus, serpihan, atau partikel lain, filter sedimen dapat menjadi salah satu pilihan.
Jenis filter ini dirancang untuk membantu menahan partikel fisik dengan ukuran tertentu.
2. Air Meninggalkan Noda pada Peralatan
Noda pada wastafel, kamar mandi, atau peralatan tertentu dapat menjadi tanda bahwa terdapat mineral atau zat tertentu dalam air.
Namun, noda tidak otomatis berarti semua masalah dapat diselesaikan dengan filter sedimen biasa.
Jenis masalah perlu diketahui terlebih dahulu agar media filter yang dipilih sesuai.
3. Air Memiliki Bau atau Rasa yang Mengganggu
Bau dan rasa dapat berkaitan dengan berbagai faktor. Salah satu teknologi yang umum digunakan untuk membantu mengurangi senyawa penyebab bau dan rasa adalah karbon aktif.
Namun, karbon aktif bukan solusi untuk seluruh jenis kontaminan. Karena itu, pemilihan media tetap harus disesuaikan dengan sumber masalah.
4. Air Disimpan Terlebih Dahulu di Toren
Rumah yang menggunakan toren memiliki satu titik tambahan yang perlu diperhatikan.
Toren yang tidak dirawat secara rutin dapat mengumpulkan sedimen dan kotoran. Dalam situasi seperti ini, kualitas air yang keluar dari keran tidak hanya bergantung pada air dari jaringan PDAM, tetapi juga kondisi tempat penyimpanannya.
Membersihkan toren secara berkala tetap penting meskipun rumah sudah menggunakan filter.
Filter Air PDAM Tidak Harus Mahal
Pencarian internet sering membuat orang beranggapan bahwa solusi untuk air rumah harus berupa sistem filtrasi yang besar dan mahal.
Padahal, kebutuhan setiap rumah berbeda.
Jika masalah utamanya hanya partikel atau sedimen, sistem penyaringan sederhana mungkin sudah cukup untuk kebutuhan tertentu.
Sementara itu, jika tujuan pengolahan lebih spesifik, misalnya mengurangi zat terlarut tertentu atau menghasilkan air dengan karakteristik yang lebih sesuai untuk kebutuhan khusus, teknologi yang digunakan tentu berbeda.
Prinsip sederhananya adalah:
Jangan memilih filter berdasarkan harga atau jumlah tahap filtrasi. Pilih berdasarkan masalah air yang ingin diatasi.
Jenis Filter yang Bisa Dipertimbangkan untuk Air PDAM
Ada beberapa teknologi penyaringan yang umum digunakan pada instalasi rumah tangga.
Filter Sedimen
Filter sedimen digunakan untuk membantu menyaring partikel fisik seperti pasir, lumpur, dan kotoran tertentu.
Jenis ini cocok ketika persoalan utama berkaitan dengan partikel yang terlihat atau endapan.
Karbon Aktif
Karbon aktif banyak digunakan untuk membantu mengurangi bau, rasa, klorin, dan sejumlah senyawa organik tertentu, tergantung karakteristik media dan kondisi penggunaannya.
Media karbon juga memiliki kapasitas tertentu sehingga perlu diganti atau dirawat sesuai kebutuhan.
Ultrafiltrasi
Ultrafiltrasi menggunakan membran dengan ukuran pori yang sangat kecil untuk membantu memisahkan berbagai partikel dan mikroorganisme tertentu.
Teknologi ini berbeda dari filter sedimen maupun karbon aktif karena mekanisme pemisahannya menggunakan membran.
Reverse Osmosis
Reverse osmosis atau RO menggunakan membran semipermeabel dan tekanan untuk membantu mengurangi berbagai zat terlarut.
Teknologi ini biasanya digunakan ketika kebutuhan pengolahan air lebih tinggi dan spesifik.
RO juga menghasilkan air buangan serta membutuhkan sistem dan perawatan yang lebih kompleks dibandingkan penyaringan sederhana.
Jangan Menyamakan Filter Air dengan Pengolahan Air Minum
Hal penting yang sering terlewat dalam pembahasan filter air adalah tujuan penggunaannya.
Filter yang dipasang untuk air mandi, mencuci, atau kebutuhan rumah tangga umum tidak otomatis membuat air menjadi aman diminum.
Begitu pula filter yang mampu mengurangi kekeruhan tidak otomatis mampu menghilangkan semua jenis kontaminan biologis maupun kimia.
Jika air akan digunakan sebagai air minum, sistem pengolahan harus dirancang sesuai standar keamanan air minum dan karakteristik sumber air.
Dengan kata lain, filter air untuk kebutuhan rumah tangga dan sistem pengolahan air minum bukan selalu hal yang sama.
Bagaimana Menentukan Filter Air untuk PDAM?
Sebelum membeli filter, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa.
Periksa Kondisi Air
Perhatikan apakah masalah yang muncul berupa:
- kekeruhan;
- endapan;
- bau;
- rasa;
- noda;
- atau masalah lain yang berulang.
Pengamatan ini dapat menjadi langkah awal, tetapi tidak menggantikan pengujian laboratorium jika diperlukan.
Perhatikan Lokasi Pemasangan
Filter dapat ditempatkan pada jalur utama rumah atau pada titik penggunaan tertentu.
Pemilihan lokasi bergantung pada kebutuhan. Jika seluruh jaringan rumah membutuhkan penyaringan, pendekatannya tentu berbeda dengan filter khusus untuk satu keran.
Perhatikan Debit Air
Filter memiliki kapasitas aliran tertentu.
Memasang filter yang terlalu kecil untuk kebutuhan rumah dapat menyebabkan tekanan air berkurang dan membuat penggunaan menjadi tidak nyaman.
Perhatikan Perawatan
Filter bukan perangkat yang dipasang lalu dibiarkan selamanya.
Cartridge dan media filtrasi memiliki kapasitas terbatas. Ketika sudah jenuh atau terlalu kotor, kinerjanya dapat menurun.
Karena itu, biaya perawatan sebaiknya dihitung sejak awal, bukan hanya harga pembelian perangkat.
Bagaimana Jika Air PDAM Sudah Jernih?
Jika air PDAM yang diterima di rumah memiliki kondisi baik dan tidak menunjukkan masalah tertentu, pemasangan filter tambahan belum tentu diperlukan untuk semua kebutuhan.
Namun, filter tetap dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pengolahan tambahan jika ada tujuan tertentu.
Misalnya, seseorang ingin mengurangi bau atau rasa tertentu, menyaring partikel yang muncul dari instalasi rumah, atau memberikan perlindungan tambahan pada titik penggunaan tertentu.
Yang penting, tujuan pemasangan harus jelas.
Jangan Terjebak Tren Filter Air di Media Sosial
Filter air merupakan salah satu produk rumah tangga yang mudah menjadi topik viral karena hasilnya dapat terlihat secara visual.
Video yang memperlihatkan cartridge berubah warna atau air menjadi lebih jernih sering membuat orang langsung menyimpulkan bahwa sebuah filter pasti lebih baik.
Padahal, perubahan warna filter hanya menunjukkan bahwa media tersebut menangkap atau berinteraksi dengan material tertentu. Hal itu belum cukup untuk menentukan apakah air tersebut aman diminum atau apakah filter tersebut mampu menghilangkan kontaminan tertentu.
Fenomena ini memperlihatkan satu kebiasaan baru dalam pencarian informasi: masyarakat sering melihat hasil visual terlebih dahulu, baru mencari penjelasan teknis setelahnya.
Untuk urusan kualitas air, urutan tersebut sebaiknya dibalik.
Kenali masalahnya, pahami penyebabnya, kemudian pilih teknologi penyaringannya.
Kesimpulan
Filter air untuk air PDAM tidak selalu wajib, tetapi dapat bermanfaat ketika terdapat masalah kualitas air tertentu atau kebutuhan pengolahan tambahan.
Air PDAM telah melalui proses pengolahan sebelum didistribusikan, tetapi kondisi air yang sampai ke rumah juga dipengaruhi jaringan distribusi, instalasi bangunan, dan tempat penyimpanan seperti toren.
Karena itu, keputusan memasang filter sebaiknya tidak hanya didasarkan pada anggapan bahwa semua air PDAM membutuhkan penyaringan atau sebaliknya bahwa air PDAM tidak membutuhkan filter sama sekali.
Mulailah dengan mengenali masalah air. Jika masalahnya berupa sedimen, pertimbangkan penyaringan sedimen. Jika berkaitan dengan bau atau rasa tertentu, karbon aktif dapat menjadi salah satu pilihan. Untuk kebutuhan pengolahan yang lebih spesifik, teknologi seperti ultrafiltrasi atau reverse osmosis dapat dipertimbangkan sesuai karakteristik air dan tujuan penggunaannya.
Pada akhirnya, filter yang baik bukanlah filter dengan tahapan paling banyak, melainkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan dirawat dengan benar.
