Pernah mengisi gelas dari keran lalu mendapati air terlihat putih susu atau seperti berkabut? Fenomena semacam ini cukup sering membuat orang bertanya-tanya di internet: apakah air tersebut tercemar, mengandung terlalu banyak mineral, atau justru ada masalah pada pipa?
Jawabannya tidak selalu mengarah pada pencemaran.
Dalam kondisi tertentu, air yang tampak putih susu sebenarnya hanya mengandung gelembung udara berukuran sangat kecil. Gelembung tersebut membuat cahaya tersebar sehingga air terlihat putih atau keruh. US Geological Survey (USGS) menjelaskan bahwa air dapat tampak seperti susu akibat udara yang keluar dari larutan ketika tekanan air berubah setelah keluar dari pipa.
Namun, tidak semua air putih atau keruh dapat langsung dianggap normal. Jika warna tersebut bertahan lama, disertai bau, rasa aneh, endapan, atau perubahan lain, penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
Mengapa Air Bisa Berwarna Putih Susu?
Ada beberapa kemungkinan yang perlu dibedakan. Cara paling sederhana adalah memperhatikan apa yang terjadi beberapa detik atau menit setelah air dituangkan ke dalam gelas bening.
1. Gelembung udara yang sangat kecil
Ini merupakan salah satu penyebab paling umum ketika air tiba-tiba tampak putih susu.
Air yang berada di dalam jaringan pipa memiliki tekanan tertentu. Ketika keluar dari keran dan tekanannya turun, sebagian udara yang sebelumnya terlarut dapat keluar menjadi gelembung-gelembung sangat kecil.
Jumlah gelembung yang banyak membuat air terlihat seperti putih susu.
USGS menyebut kondisi ini sebagai white water atau air putih/keruh akibat gelembung udara. Gelembung kemudian naik ke permukaan dan menghilang sehingga air kembali terlihat jernih.
Fenomena tersebut juga dapat terjadi setelah adanya pekerjaan pada jaringan pipa atau perubahan tekanan dalam sistem distribusi air.
2. Air menjadi jernih dari bawah ke atas
Ada satu cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Tuangkan air ke gelas transparan, kemudian diamkan tanpa mengaduknya.
Jika penyebabnya adalah gelembung udara, biasanya bagian bawah gelas akan terlihat lebih cepat jernih. Gelembung perlahan bergerak ke atas dan menghilang.
Pola ini berbeda dengan air yang mengandung banyak partikel tersuspensi. Pada kondisi tersebut, kekeruhan tidak serta-merta menghilang hanya karena air didiamkan beberapa saat.
Drinking Water Inspectorate juga menyarankan pengamatan semacam ini untuk membedakan air putih akibat gelembung udara.
3. Perubahan tekanan pada jaringan pipa
Air yang tiba-tiba terlihat putih dapat muncul setelah terjadi perubahan pada sistem perpipaan.
Misalnya, aliran air sempat dihentikan, jaringan mengalami perbaikan, atau tekanan air berubah. Kondisi tersebut dapat membuat udara masuk atau terlepas dari air.
Karena itu, seseorang bisa saja mendapati air normal pada pagi hari, tetapi tampak putih ketika keran kembali digunakan setelah aliran sempat berhenti.
Jika warna putih hanya berlangsung sebentar dan kemudian air kembali jernih, kemungkinan penyebabnya adalah udara yang terperangkap di dalam air.
4. Partikel yang menyebabkan kekeruhan
Tidak semua air keruh disebabkan oleh udara.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekeruhan air dapat berasal dari berbagai partikel tersuspensi, termasuk tanah liat, lumpur, endapan mineral, bahan organik, hingga organisme tertentu. Gangguan pada sumber air atau jaringan distribusi juga dapat meningkatkan kekeruhan.
Jika air tetap putih atau keruh setelah didiamkan, kemungkinan adanya partikel perlu dipertimbangkan.
Dalam situasi seperti ini, warna air saja tidak cukup untuk menentukan apakah air aman digunakan atau diminum. Pemeriksaan kualitas air dapat memberikan informasi yang jauh lebih akurat.
5. Kandungan mineral tertentu
Air dengan kandungan mineral tertentu juga dapat mengalami perubahan penampilan.
Namun, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap air putih susu disebabkan oleh mineral tinggi.
Air yang terlihat putih sesaat dan kemudian jernih lebih konsisten dengan fenomena gelembung udara. Sebaliknya, air yang tetap keruh atau meninggalkan endapan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kekeruhan sendiri merupakan parameter kualitas air yang berbeda dari sekadar kandungan total mineral. WHO menjelaskan bahwa turbidity atau kekeruhan berkaitan dengan keberadaan partikel yang menghamburkan cahaya di dalam air.
Bagaimana Membedakan Air Putih karena Udara dan Air Keruh?
Pertanyaan ini sering muncul karena secara kasatmata keduanya terlihat hampir sama.
Cobalah beberapa pengamatan sederhana berikut:
Air putih karena gelembung udara biasanya:
- terlihat seperti susu atau berkabut;
- menjadi semakin jernih setelah didiamkan;
- gelembung terlihat bergerak naik;
- tidak meninggalkan endapan;
- perubahan terjadi terutama setelah air keluar dari keran.
Air keruh akibat partikel biasanya:
- tetap terlihat keruh lebih lama;
- dapat menunjukkan partikel atau endapan;
- tidak cepat kembali jernih;
- dapat disertai perubahan warna, bau, atau rasa;
- dapat terjadi secara konsisten pada sumber air tertentu.
Perlu diingat, pengamatan visual hanya merupakan pemeriksaan awal. Jernih tidak otomatis berarti aman, dan keruh tidak otomatis berarti berbahaya. Parameter mikrobiologi dan kimia tidak selalu dapat diketahui hanya dari penampilan air.
Apakah Air Berwarna Putih Susu Aman Diminum?
Jika air putih susu ternyata hanya disebabkan oleh gelembung udara, kondisi tersebut pada umumnya tidak berbahaya. USGS menjelaskan bahwa gelembung udara yang menyebabkan air tampak keruh akan naik ke permukaan dan menghilang.
Namun, keputusan untuk meminum air sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna.
Jika air tetap keruh, muncul bau atau rasa yang tidak biasa, terdapat endapan, atau perubahan terjadi setelah gangguan pada jaringan distribusi, sebaiknya jangan langsung menganggapnya aman.
Drinking Water Inspectorate menyarankan konsumen menghubungi penyedia air apabila air tetap putih atau keruh, terutama jika kondisi tersebut berlangsung lebih dari sekitar 24 jam atau disertai perubahan rasa dan bau.
Untuk air sumur atau sumber air pribadi, pemeriksaan laboratorium dapat menjadi langkah yang lebih tepat apabila perubahan berlangsung terus-menerus.
Perlukah Memasang Filter Air?
Tidak semua kasus air putih susu membutuhkan filter.
Jika penyebabnya hanya gelembung udara dan air kembali jernih dalam waktu singkat, memasang filter khusus untuk mengatasi warna putih tersebut belum tentu diperlukan.
Sebaliknya, filter dapat memiliki fungsi berbeda jika masalah sebenarnya adalah partikel, sedimen, zat besi, atau kontaminan tertentu. Jenis filter harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kualitas air.
Karena itu, memilih filter hanya berdasarkan warna air bisa menjadi langkah yang kurang tepat.
Daripada langsung membeli perangkat penyaringan, lebih baik mencari tahu terlebih dahulu apa yang sebenarnya menyebabkan air berubah.
Kapan Air Putih Susu Perlu Diperiksa?
Air sebaiknya mendapat perhatian lebih apabila:
- Tidak kembali jernih setelah didiamkan.
- Perubahan terjadi terus-menerus.
- Muncul bau atau rasa yang tidak biasa.
- Terdapat partikel atau endapan.
- Perubahan muncul setelah pekerjaan atau kerusakan jaringan pipa.
- Air berasal dari sumur yang kualitasnya belum pernah diuji.
- Ada perubahan warna lain, seperti kuning, cokelat, kehijauan, atau keabu-abuan.
Kondisi-kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa air berbahaya, tetapi cukup menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan Langsung Panik Saat Melihat Air Seperti Susu
Foto air keran berwarna putih susu memang mudah memicu kekhawatiran, terutama ketika dibagikan ke media sosial atau grup percakapan keluarga. Banyak orang kemudian langsung mengaitkannya dengan air tercemar atau kandungan kimia berbahaya.
Padahal, dalam kasus tertentu, penjelasannya jauh lebih sederhana: gelembung udara yang sangat kecil membuat air terlihat putih untuk sementara waktu.
Kuncinya adalah mengamati perubahan air setelah dituangkan ke gelas.
Jika air perlahan jernih dari bawah ke atas, kemungkinan besar yang terlihat adalah gelembung udara. Tetapi jika kekeruhan bertahan, muncul endapan, bau, rasa, atau perubahan warna lain, jangan berhenti pada pemeriksaan visual.
Pada akhirnya, kualitas air tidak bisa ditentukan hanya dari apakah air terlihat bening atau putih susu. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, pengujian kualitas air tetap menjadi cara yang lebih dapat diandalkan.
