Air di rumah yang berubah kehijauan, terasa licin, atau meninggalkan lapisan seperti lendir sering membuat penghuni bertanya-tanya: kenapa air mengandung lumut?
Fenomena ini kerap menjadi bahan pencarian ketika seseorang menemukan dinding toren mulai hijau, bak penampungan terasa licin, atau air yang disimpan terlalu lama mengalami perubahan warna. Di media sosial, kondisi tersebut juga sering disebut sebagai “air berlumut”, meski lapisan hijau yang terlihat tidak selalu berasal dari jenis organisme yang sama.
Secara umum, pertumbuhan lumut atau organisme mirip alga pada air berkaitan dengan kombinasi cahaya, kelembapan, nutrisi, dan kondisi penampungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, masalah ini lebih mudah muncul pada toren, bak terbuka, kolam, atau wadah air yang sering terkena sinar matahari.
Namun, air berlumut tidak boleh dinilai hanya dari warnanya. Perubahan warna dapat menjadi tanda adanya pertumbuhan biologis, tetapi tidak cukup untuk menentukan apakah air aman atau tidak. Pemeriksaan kondisi sumber air dan pengujian kualitas air tetap diperlukan apabila air digunakan untuk kebutuhan penting, terutama memasak dan minum.
Mengapa Lumut Bisa Tumbuh di Dalam Air?
Lumut dan organisme yang menyerupai alga membutuhkan kondisi tertentu untuk tumbuh. Ketika kondisi tersebut tersedia secara bersamaan, lapisan hijau dapat muncul dan berkembang lebih cepat.
Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain sebagai berikut.
1. Penampungan Air Terkena Sinar Matahari
Cahaya merupakan salah satu faktor utama yang mendukung proses fotosintesis pada alga dan organisme fotosintetik lainnya.
Toren yang menggunakan bahan transparan atau memiliki dinding tipis dapat memungkinkan cahaya masuk ke dalam penampungan. Kondisi tersebut membuat bagian dalam toren lebih mendukung pertumbuhan lapisan hijau, terutama jika air disimpan dalam waktu lama.
Masalah juga dapat terjadi pada bak terbuka yang berada di luar ruangan. Paparan sinar matahari secara langsung dapat mempercepat pertumbuhan organisme di permukaan maupun dinding wadah.
2. Air Mengandung Nutrisi yang Mendukung Pertumbuhan
Lumut dan alga memerlukan nutrisi untuk berkembang. Nutrisi tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk bahan organik, endapan, debu, tanah, atau partikel yang masuk ke dalam penampungan.
Pada sumber air tertentu, kandungan nutrien yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan organisme air. Kelebihan nutrien juga dikenal dapat meningkatkan risiko pertumbuhan alga secara berlebihan pada badan air.
Jika toren jarang dibersihkan, endapan yang menumpuk di bagian dasar dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
3. Toren atau Bak Jarang Dibersihkan
Penampungan air yang tidak dibersihkan dalam waktu lama dapat mengalami penumpukan lumpur, debu, kerak, atau bahan organik.
Endapan tersebut dapat menjadi tempat menempel dan berkembangnya organisme. Seiring waktu, dinding toren dapat terlihat kehijauan atau terasa licin saat disentuh.
Kondisi ini juga dapat membuat kualitas air berubah, terutama jika penampungan tidak tertutup rapat atau terdapat kotoran dari lingkungan luar yang masuk.
4. Penutup Tandon Tidak Rapat
Toren yang terbuka atau memiliki penutup tidak rapat lebih mudah dimasuki debu, daun, serangga, dan partikel lain.
Selain menambah bahan organik, celah pada penutup juga dapat memungkinkan cahaya masuk. Kombinasi cahaya dan nutrisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan lumut atau lapisan biologis pada dinding penampungan.
5. Air Terlalu Lama Mengendap
Air yang tersimpan terlalu lama dan jarang mengalami pergantian dapat mengalami perubahan kondisi.
Pada penampungan dengan sirkulasi rendah, partikel dapat mengendap di bagian bawah. Jika kondisi cahaya dan nutrisi mendukung, organisme tertentu dapat tumbuh pada permukaan atau dinding wadah.
Karena itu, toren yang ukurannya terlalu besar dibandingkan kebutuhan rumah tangga berpotensi membuat air tersimpan lebih lama.
6. Lingkungan Sekitar Lembap dan Kurang Terawat
Area yang lembap, teduh, dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat tumbuhnya lumut pada bagian luar penampungan, pipa, dinding, atau lantai.
Lumut di bagian luar belum tentu berarti air di dalam sudah tercemar. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa area sekitar memiliki kelembapan tinggi dan perlu diperiksa.
Apakah Air Berlumut Berbahaya?
Tidak semua pertumbuhan alga atau lapisan hijau memiliki tingkat risiko yang sama.
Sebagian pertumbuhan alga dapat menyebabkan perubahan warna, bau, atau rasa tanpa menghasilkan racun. Namun, beberapa jenis cyanobacteria atau alga hijau-biru dapat menghasilkan senyawa berbahaya dalam kondisi tertentu.
Karena jenis organisme tidak dapat dikenali hanya dari warna air, air hijau tidak sebaiknya langsung dianggap aman.
Pada pertumbuhan alga yang berbahaya, paparan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, tergantung jenis racun dan jalur paparan. Gejala dapat meliputi iritasi kulit, gangguan pencernaan, mual, muntah, atau diare.
Meski demikian, kondisi air berlumut di toren rumah tidak selalu sama dengan ledakan alga pada danau atau waduk. Risiko perlu dinilai berdasarkan sumber air, jenis pertumbuhan, kondisi penampungan, serta hasil pemeriksaan kualitas air.
Tanda Air Berlumut yang Perlu Diperhatikan
Pertumbuhan lumut atau organisme pada air dapat dikenali melalui beberapa perubahan fisik.
Tanda yang sering terlihat antara lain:
- Air berubah menjadi hijau atau kehijauan.
- Dinding toren memiliki lapisan hijau.
- Permukaan air terlihat seperti memiliki selaput.
- Bagian dalam penampungan terasa licin.
- Muncul bau tanah, bau apek, atau bau tidak biasa.
- Terdapat endapan atau gumpalan pada dasar penampungan.
- Warna air berubah setelah disimpan beberapa waktu.
Perlu diingat, air yang terlihat jernih juga belum tentu bebas dari mikroorganisme atau zat pencemar. Sebaliknya, warna hijau tidak selalu menunjukkan adanya racun. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui kondisi air secara lebih pasti.
Apakah Air Berlumut Masih Bisa Digunakan?
Penggunaan air perlu disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pemakaiannya.
Jika air mengalami perubahan warna yang jelas, berbau tidak biasa, berlendir, atau memiliki lapisan hijau yang cukup banyak, penggunaan untuk minum dan memasak sebaiknya dihentikan sementara sampai penyebabnya diketahui.
Untuk kebutuhan seperti mencuci atau membersihkan area rumah, tingkat risiko dapat berbeda. Namun, air tetap perlu diperiksa jika perubahan terjadi secara tiba-tiba atau disertai keluhan pada kulit.
Jika air digunakan oleh bayi, anak-anak, lansia, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu, kehati-hatian perlu ditingkatkan.
Cara Mencegah Lumut Tumbuh di Tandon Air
Mencegah lumut biasanya lebih mudah dibandingkan membersihkan penampungan setelah pertumbuhan menjadi tebal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Gunakan Toren yang Tidak Mudah Ditembus Cahaya
Pilih penampungan dengan material yang cukup gelap atau memiliki lapisan pelindung cahaya.
Semakin sedikit cahaya yang masuk ke dalam toren, semakin kecil peluang organisme fotosintetik berkembang.
Pastikan Tandon Tertutup Rapat
Penutup yang rapat membantu mengurangi masuknya debu, daun, serangga, dan kotoran dari lingkungan sekitar.
Penutup juga dapat membatasi cahaya yang masuk ke dalam penampungan.
Bersihkan Toren Secara Berkala
Toren perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin, terutama jika mulai terlihat endapan, lapisan licin, atau perubahan warna.
Pembersihan tidak hanya berfokus pada dinding, tetapi juga bagian dasar, saluran masuk, dan saluran keluar.
Periksa Kondisi Sumber Air
Jika lumut terus muncul meski toren sudah dibersihkan dan terlindung dari cahaya, sumber air perlu diperiksa.
Perubahan pada air sumur, air permukaan, atau jaringan distribusi dapat memengaruhi kondisi air yang masuk ke penampungan.
Hindari Menyimpan Air Terlalu Lama
Gunakan ukuran toren yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga agar air tetap mengalami pergantian.
Air yang terus bergerak dan digunakan secara rutin cenderung tidak mengalami kondisi stagnan dalam waktu terlalu lama.
Apakah Filter Air Bisa Menghilangkan Lumut?
Filter dapat membantu mengurangi partikel atau organisme tertentu, tetapi efektivitasnya bergantung pada jenis filter, ukuran partikel, dan kondisi air.
Jika masalah utama berasal dari pertumbuhan lumut di dalam toren, memasang filter tanpa membersihkan penampungan belum tentu menyelesaikan masalah. Lumut dapat terus tumbuh jika cahaya, nutrisi, dan kondisi lingkungan masih mendukung.
Pengolahan air yang efektif biasanya membutuhkan beberapa langkah, seperti pembersihan penampungan, perlindungan dari cahaya, penyaringan, dan pengujian kualitas air bila diperlukan.
Pada sistem pengolahan air minum, proses filtrasi dapat digunakan untuk membantu menghilangkan partikel dan mikroorganisme tertentu. Namun, jenis teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik air dan hasil pemeriksaan.
Kapan Air Perlu Diuji?
Pengujian kualitas air sebaiknya dipertimbangkan apabila:
- Air berubah hijau secara tiba-tiba.
- Bau air semakin kuat atau tidak biasa.
- Lumut cepat tumbuh kembali setelah penampungan dibersihkan.
- Air digunakan untuk minum atau memasak.
- Pengguna mengalami keluhan setelah menggunakan air.
- Sumber air berada dekat area pertanian, limbah, atau badan air terbuka.
- Air sumur mengalami perubahan warna, rasa, atau bau.
Pengujian dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah mikrobiologis, kimia, atau parameter lain yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Kesimpulan
Air mengandung lumut umumnya terjadi karena adanya kombinasi cahaya, kelembapan, nutrisi, endapan, dan penampungan yang kurang terawat.
Toren yang terkena sinar matahari, jarang dibersihkan, atau tidak tertutup rapat memiliki risiko lebih besar mengalami pertumbuhan lapisan hijau. Meski demikian, air berlumut tidak selalu berarti beracun, dan warna air saja tidak cukup untuk menentukan tingkat keamanannya.
Jika air berubah hijau, berbau, terasa licin, atau menunjukkan perubahan yang tidak biasa, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa sumber air, membersihkan penampungan, serta membatasi masuknya cahaya dan kotoran. Untuk air yang digunakan sebagai air minum atau memasak, pengujian kualitas air menjadi langkah penting agar kondisi sebenarnya dapat diketahui.
